Pada Selasa (16/8) lalu, sehari sebelum hari kemerdekaan negara gw tercinta ini, gw ikut sebuah kamp. Semacam youth camp gt, yang jadi ritual tiap tahun sejak gw masih kuliah. Kamp semacam ini jadi re-treat buat gw, untuk menenangkan diri, untuk berpikir, untuk berdoa, dan of course, meeting people!

Seharusnya gw berangkat bareng beberapa teman dengan mobil panitia jam 12 siang di Depok. Tapi entah mengapa, I feel like going alone. Sejak gw keluar rumah, gw mikir kayaknya seru juga kalo gw pergi sendiri, dg backpack yang super berat ini, naik bis ke arah Sukabumi. Adventurous! Dan, rencana gw direstui Tuhan. Sesampai di Ps. Rebo, setelah nunggu skitar 15 menit, ada bis menuju Sukabumi. Sayang sekali gw nggak memperhatikan nama bisnya. Yang pasti bukan Langgeng Jaya atau Maya Raya.
Begitu masuk, gw minta izin naruh backpack di depan sama Pak Supir. Pak Supir menyuruh gw cari tempat duduk di belakang, katanya masih banyak yang kosong. Thank God memang ada. Di barisan tak jauh dari depan, mata gw langsung nyangkut pada seorang cewek asing (baca: bule) yang duduk bersama backpack-nya yang jauh lebih gede dari punya gw. Dia cantik, rambutnya coklat terang, kelihatannya berumur sekitar 24 tahun, dan raut mukanya sangat ramah. Wah, daripada gw duduk bareng mas-mas tengil, gw milih duduk di sebelah dia.
Si cewek itu tersenyum dengan ramah saat gw duduk. Dia langsung narik backpack-nya untuk memberi gw ruang untuk duduk. “Eh, maaf, loe gak kesempitan kan?” begitu dia tanya. Dengan ramah, gw jawab, “Gapapa kok, santai aja…” Terus gw beranikan diri untuk bertanya, “Emm… loe mau pergi kemana emangnya?” Dia menjawab: Cimaja.

This is Cimaja! Awesome...
Apah?? Cimaja? Where the heck is that? Kok bisa bule kayak dia tau Cimaja sementara gw yang orang Indonesia aseli gak tau Cimaja?? Apalagi dia bilang dia ke sana buat surfing. Hah? Ada ya? Wah, gw mulai kagum sama cewek ini. Gak lama kemudian, dia bertanya lagi, apa dia berada di bis yang benar, dan apakah ini jalan tercepat menuju Cimaja. Dengan sopan, gw bilang gw gak tahu Cimaja, tapi akan gw tanyain ke si kenek.
Berhubung si kenek gak nongol-nongol, gw nanya sama bapak2 sekitar gw yang sepertinya dari tadi sudah memperhatikan si bule cantik ini. Dengan antusias, tiga orang bapak2 langsung menjawab pertanyaan gw. “Turun di Ciawi, neng…”, kata satu orang. “Atau Cibadak juga bisa, nanti naik bis MGI…”, ucap yang lain lagi. “Biar dia bareng saya aja nanti, neng, saya juga turun Cibadak…”, aih bisa aja nih bapak.

Bus yg harus dinaiki Mbakyu Marjo dr Cibadak...
Akhirnya, gw jelasin kalau dia harus turun Cibadak trus naik bis MGI warna biru yang ber-AC (gak kayak bis yang gw naikin ini), jurusan Sukabumi-Pangandaran. Dari raut mukanya, dia mengangguk-angguk seolah-olah udah pernah mendengar penjelasan itu. Dia bilang terima kasih dan nanya kenapa bahasa Inggris gw bagus. Ehemm… Yah, gimana gak bagus, kan zaman bocah udah dicekokin Inggris dari SD. Dia angguk-angguk kepala tanda kagum, padahal gw dalam hati yang heran berat kenapa bisa ada makhluk kayak dia di bis antah berantah jurusan Sukabumi ini.
So, sepanjang perjalanan akhirnya kami ngobrol. Dia dari Holland, namanya Marjolein (baca: mar-yo-len). Dia dokter gigi, baru kerja selama tiga tahun. Karena ini Ramadhan dan pasiennya banyak yang muslim, dan pasien muslim ini jarang cek gigi selama Ramadhan, jadi dia mutusin untuk jalan-jalan selama 4 minggu. Whooot?? Itu kan sebulan. How come loe bisa cuti sebulan sementara kita para buruh Indonesia ini paling banter bisa cuti 12 hari?? *Ngiri abis*
Si Marjolein ini tadinya gak berencana ke Indonesia, karena tahun lalu dia udah jalan-jalan di Jawa, Bali, Lombok. Dia mendarat di Filipina awalnya, tapi ternyata di sana hujan terus selama 5 hari. Dan, dari prakiraan cuaca (apa kabar ya prakiraan cuaca TVRI?), hujan masih akan turun sampe 10 hari ke depan. Jadi, dia mutusin untuk pergi ke Sumatera, tepatnya ke Pulau Weh dan Medan.
Kami jadi asyik ngobrolin Danau Toba. Menurut gw, Danau Toba dan Pulau Samosir adalah tempat paling keren di Indonesia yang pernah gw kunjungi. Sepi, dingin, dan pemandangan airnya itu lhoo… Gak nahan. Si Marjolein juga berpendapat sama. Amazing, gitu katanya. Wah, jadi pengen ke Samosir lagi.. Khukhukhu…
Ohya, gw penasaran berat lho, dimana dia nginep dan dapat begitu banyak informasi tentang daerah-daerah di Indonesia. Apalagi, dia bilang kalo selama di Jakarta, dia itu nginep di rumah temen cewek yang baru dia temui di Pulau Weh. Ya, kayak gw ketemu dia di bis Sukabumi ini. Wow… Wow… Wow… Usut punya usut, rahasianya dia adalah.. Lonely Planet! Sepanjang perjalanan gw emang liat dia megang terus tuh buku Lonely Planet yang tebel abis. Terus, dia juga bilang forum-forum Lonely Planet itu membantu perjalanannya banget. Terutama buat backpacker kayak dia yang hobi wisata dengan biaya seminimal mungkin.
Ohmaigat, I’m so curious about backpacking and I wanna so it someday. Begitu gw bilang ke dia. Dan dia bilang, yes, you can should! Huwaa.. Yaudah gw cerita aja kalo bulan depan gw akan ke Itali untuk studi S2 dan pengen banget keliling Yurop dengan cara backpacking supaya murah. Dia cerita kalo di Yurop kemana-mana emang jadi mahal sekarang. Dulu, anak-anak muda bisa keliling Yurop naik kereta dengan murah. Tapi, sekarang? With Eurostar and all other kinds of luxurious trains, jangan harap!
Marjolein bilang, itulah kenapa anak muda Yurop kayak dia sekarang lebih suka pergi ke Asia. Karena, biaya berwisata ke Asia selama sebulan bisa disamakan dengan biaya tinggal di Eropa selama seminggu. Huhu… Trus gimana dong, Pakde, Bude?? Tapi, tenang aja, kata Marjo. Walaupun naik kereta mahal, tapi pesawat sekarang banyak yang murah. Iya, betul, tiket Roma-Amsterdam aja ada yang 30-an euro. Asiik… Lebih asik-nya lagi nih, Marjo nawarin gw untuk nginep di tempatnya dia kalo gw bkunjung ke Amsterdam. Wiiih… mau dong, Marjooo!
Hemm.. Singkat cerita, gw dan Marjo bertukar alamat email supaya nantinya kami bisa bertukar kabar. Oh, it was very nice meeting her. Dan gw sangat bersyukur dengan perjalanan ini. Dari dia gw dapat beberapa inspirasi mengenai bepergian ke negara asing, seperti yang akan gw jalani sebulan ke depan. Ini dia tips yang gw simpulkan sepanjang obrolan dengan Marjo:
(1) Always smile. A smile won’t hurt you. Gw memberanikan diri untuk ngobrol sama Marjo karena dia yang terlebih dulu kasih senyum ramah ke gw. Di sebuah negara yang asing, loe bakal butuh banyak bantuan warga lokal. Jadi, jangan sombong dan usahakan untuk selalu kontak mata dan senyum ke orang-orang yang loe temui. Keramahan senyum loe akan membuat mereka willing to help.
(2) Talk with local people. Jangan males mulai pembicaraan atau ngajak ngomong warga lokal. Itu akan menambah pengetahuan loe dan membantu loe dalam banyak hal. Jangan takut kalo bahasa Inggris loe (atau bahasa Italia loe.. hiks) terbatas. Mereka akan paham kok.
(3) Do some research. Know something. Backpacking bukan berarti buta terhadap tempat yang mau loe kunjungi. Loe tetep harus riset kecil-kecilan tentang daerah tujuan loe. Seperti Marjo misalnya, keep your Lonely Planet guidebook handy! Atau, talk to someone that’s ever been there. Atau, cari warga lokal untuk bisa dapet info transportasi termurah atau jalan-jalan alternatif, atau sekedar memastikan bahwa loe berada di rute yang tepat.
(4) Be brave. Just be brave. Itu yang gw lihat dari sosok Marjolein. Dia muda dan berani berada di tempat yang sangat jauh dari negara asalnya, yang warga lokalnya—terutama lelakinya—suka memberi perhatian berlebih sama turis asing, yang transportasinya sangat tidak ramah pendatang. Tapi dia sangat tenang, gak panikan walaupun mungkin dia gak tahu mau kemana. She’s sooo… wow! Gw jadi malu. Selama perjalanan gw dari Bekasi-Sukabumi ini aja, gw udah berkali-kali nelpon dan ditelpon sama Bebeb Gael yang takut gw kesasar. Oh, Marjolein, you’re such an inspiration…
Buat kalian yang penasaran sama bentuknya Marjolein, gw sempet (menebalkan muka untuk) mengambil foto dia. And here you are, my gorgeous Marjolein…

Smiley Marjo. Oh, love her smile!
PS: Marjolein lagi belajar fotografi so dia share website fotografi-nya.. Silakan mampir ke www.marjoleinblom.com kalau mau lihat-lihat karyanya!